Pernahkah Anda bertanya-tanya kenapa air PDAM tidak habis, padahal jutaan orang memakainya setiap hari? Faktanya, air PDAM tidak habis karena sumbernya terus terisi ulang oleh alam. Namun, banyak orang belum tahu dari mana air itu berasal. Oleh karena itu, artikel ini menjelaskan sumber air PDAM dan cara mengolahnya hingga sampai ke rumah Anda. Selanjutnya, Anda juga akan tahu cara menjaga air tetap bersih di rumah.
Kenapa Air PDAM Tidak Bisa Habis?

Pada dasarnya, jawabannya ada pada siklus air di alam. Selain itu, PDAM memakai beberapa sumber sekaligus agar pasokan tetap aman. Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Siklus Air Terus Berputar
Pertama, air di bumi tidak hilang, melainkan berpindah bentuk. Lalu, matahari menguapkan air laut dan sungai, kemudian uap itu menjadi awan. Selanjutnya, awan menurunkan hujan, sehingga air kembali ke bumi. Itulah alasan utama air PDAM tidak habis.
2. Air Sungai, Danau, dan Waduk
Selanjutnya, PDAM banyak mengambil air baku dari sungai, danau, dan waduk. Sebab, hujan dan aliran dari pegunungan selalu mengisi ulang sumber ini. Dengan demikian, air PDAM tidak habis selama sumber permukaan tetap terjaga.
3. Mata Air Pegunungan
Selain itu, beberapa PDAM memakai mata air dari lereng gunung. Mata air ini muncul dari hujan yang meresap ke dalam tanah. Karena itu, debitnya relatif stabil sepanjang tahun.
4. Air Tanah Dalam
Di samping itu, PDAM juga mengebor sumur dalam untuk mencari air tanah. Air tanah dalam biasanya lebih jernih karena tanah menyaringnya secara alami. Meskipun demikian, PDAM harus mengambilnya dengan bijak agar cadangan tidak menipis.
5. Resapan Hujan Mengisi Ulang Sumber
Berikutnya, hujan yang meresap ke tanah mengisi ulang air tanah dan mata air. Akibatnya, cadangan air terus terbarui. Namun, proses ini butuh waktu, sehingga daerah resapan perlu tetap hijau.
6. Pengelolaan Pasokan oleh PDAM
Terakhir, PDAM membagi pasokan ke tiap wilayah secara bergiliran. Meski begitu, air PDAM tidak habis hanya jika sumber terjaga dan pipa tidak bocor. Oleh sebab itu, aliran air kadang mengecil saat kemarau atau saat sumber tercemar.
Bagaimana Pengolahan Air PDAM

Setelah tahu kenapa air PDAM tidak habis, Anda perlu tahu cara PDAM mengolahnya. Sebab, air baku tidak langsung mengalir ke rumah Anda. Berikut tahapannya.
1. Pengambilan Air Baku
Pertama, petugas memompa air baku dari sumber ke instalasi pengolahan. Pada tahap ini, mereka menyaring sampah besar seperti ranting dan daun. Dengan begitu, mesin tidak mudah rusak.
2. Koagulasi dan Flokulasi
Tahap selanjutnya adalah menambahkan zat penggumpal seperti tawas ke dalam air. Zat ini mengikat lumpur dan kotoran halus menjadi gumpalan besar. Akibatnya, kotoran lebih mudah mengendap.
3. Sedimentasi
Selanjutnya, air mengalir ke bak pengendapan dan tenang sejenak. Lalu, gumpalan kotoran turun ke dasar bak. Sebagai hasilnya, air bagian atas menjadi lebih jernih.
4. Filtrasi
Setelah itu, air melewati lapisan pasir dan kerikil. Selain itu, lapisan ini menahan partikel halus yang masih lolos. Dengan demikian, air tampak bening dan tidak keruh.
5. Desinfeksi
Berikutnya, PDAM menambahkan klorin untuk membunuh kuman dan bakteri. Selain itu, klorin menjaga air tetap aman selama mengalir di pipa. Oleh karena itu, air PDAM kadang berbau kaporit.
6. Penyimpanan dan Pengaliran
Lalu, air bersih masuk ke reservoir, yaitu bak penampung besar. Selanjutnya, pompa dan gaya gravitasi mengalirkan air lewat jaringan pipa. Akhirnya, air sampai ke keran rumah Anda.
7. Pengujian Kualitas
Terakhir, petugas menguji sampel air secara berkala di laboratorium. Sebab, air minum harus memenuhi standar kesehatan pemerintah. Namun, kualitas air bisa berubah saat melewati pipa tua dan penampungan di rumah.
Baca Juga: Seberapa Penting Coating Anti Karat Tandon?
Gunakan Juga Tangki Air yang Dapat Menjaga Air Tetap Bersih

Meskipun PDAM sudah mengolah air dengan baik, perjalanan air masih panjang. Sebab, air bisa terkena kotoran dari pipa dan wadah penyimpanan. Oleh karena itu, Anda perlu memakai tangki air yang aman dan higienis. Salah satu pilihannya adalah Tangki Air Grand. Berikut keunggulannya, sehingga air PDAM tetap bersih sampai ke keran Anda.
-
- Material HDPE 100% Murni: Tandon ini tahan benturan dan tidak mudah pecah. Dengan demikian, tandon awet untuk pemakaian jangka panjang.
- Anti Lumut, Anti Virus, dan Anti UV: Teknologi Silver Ion nano technology membuat tandon anti lumut dan anti virus. Selain itu, perlindungan anti UV menjaga tandon tetap kuat di bawah matahari.
- Triple Protection. Memiliki perlindungan tiga lapis dengan lapisan:
– Outer Layer: Lapisan luar menstabilkan sinar UV agar tidak masuk ke dalam tandon. Dengan begitu, tandon terlindungi dari kerusakan akibat sinar matahari, sehingga Anda bisa memakainya dalam jangka panjang.
– Triple Protection, Porous Layer: Lapisan ini mencegah sinar matahari masuk ke dalam tandon. Akibatnya, lumut sulit tumbuh.
– Triple Protection, Inner Layer: Lapisan dalam terbuat dari HDPE 100% murni yang tidak berbau dan tidak berlendir. Dengan demikian, air tetap higienis, murni, dan aman untuk Anda minum sehari-hari.
- Thermal Stabilizer: Fitur ini menjaga suhu air dalam tandon tetap stabil. Jadi, air tidak mudah panas meskipun terkena sinar matahari ekstrem.
- Sertifikasi Lengkap: Tandon ini memiliki sertifikasi food grade dari FDA, sertifikasi SNI, dan Sertifikasi Halal MUI No: LPPOM-00170119730621. Oleh karena itu, Anda bisa memakainya dengan tenang.
- Ukuran Beragam: Pilihan ukuran tersedia mulai dari 300 liter hingga 12.000 liter. Dengan demikian, tandon cocok untuk kebutuhan rumah sampai industri.
Untuk informasi lebih lanjut Planet Tandon, silahkan klik tombol di bawah ini ya!
Kesimpulan
Pada akhirnya, kenapa air PDAM tidak habis terjawab oleh siklus air dan beragam sumber alami. Selain itu, PDAM mengolah air baku lewat beberapa tahap agar aman. Namun, kualitas air bisa menurun setelah keluar dari instalasi. Oleh karena itu, pakailah tangki air yang higienis seperti Tangki Air Grand. Dengan begitu, air PDAM tidak habis dan tetap bersih untuk keluarga Anda.



