Meningkatkan Tekanan Air Tandon – Memiliki sistem penampungan air merupakan solusi cerdas untuk mengantisipasi pemadaman listrik secara mendadak atau gangguan penyaluran dari pihak PDAM.
Akan tetapi, sering kali para penggunanya merasa kesal karena aliran air yang keluar dari keran terasa sangat kecil sehingga menghambat aktivitas.
Tidak perlu khawatir, karena saat ini ada berbagai cara untuk meningkatkan tekanan air pada tandon. Hal ini bisa menjadi ilmu dasar yang sangat penting bagi setiap penggunanya.
Bahkan bisa mendapatkan aliran air yang sangat deras tanpa harus bergantung sepenuhnya pada penggunaan mesin pompa pendorong boros listrik.
Tekanan airnya yang kuat bisa mempengaruhi kualitas hidupnya. Melalui artikel kali ini akan menjelaskan meningkatkan tekanan air pada tempat penampungan.
Jadi, untuk selengkapnya simak artikel berikut ini.
Beberapa Cara Meningkatkan Tekanan Air Tandon

Memahami cara kerja penyaluran air dari penampungan menuju keran sangat penting bagi kenyamanan aktivitas penggunanya setiap hari.
Banyak orang sering mengeluhkan aliran airnya yang lemah meskipun kondisi tempat penampungan dalam keadaan penuh.
Namun tidak perlu khawatir, karena ada beberapa cara meningkatkan tekanan air pada tandonnya yaitu:
1. Menambah Ketinggian Letak Tandon Air
Cara pertama yang paling mendasar adalah menempatkan tempat penampungan pada posisi yang jauh lebih tinggi dari titik pengeluaran airnya.
Semakin tinggi letak tandonnya, maka tekanan hidrostatik dari gaya gravitasi akan semakin besar. Usahakan tempat penampungannya berada minimal 3 sampai 5 meter pada atas posisi keran.
2. Menggunakan Pipa Penyaluran Utama Berukuran Besar
Pastikan menggunakan pipa berdiameter lebih besar, seperti ukuran 1 inci, khusus untuk jalur utama dari tandon. Pipa lebar akan mengurangi hambatan sehingga volume air yang mengalir tetap maksimal.
Baru boleh memperkecil ukuran pipa saat sudah mendekati titik keran guna meningkatkan kecepatan semprotan airnya.
Penyaluran air ke seluruh ruangan akan menjadi jauh lebih merata serta tidak mudah mengecil saat menggunakannya bersamaan.
3. Memasang Pipa Ventilasi Udara (Air Breather)
Wajib memasang pipa ventilasi pada jalur pipanya keluaran utama yang berada tepat pada dekat tandon. Pipa udara ini berfungsi untuk menghilangkan kantong udara yang sering kali menghambat laju airnya dalam instalasi pipanya.
Oleh karena itu, tekanan air akan menjadi sangat stabil karena tidak ada hambatan yang menahan aliran air menuju lantai bawah.
4. Mengurangi Jumlah Sambungan Siku
Rancanglah jalur pipa sependek mungkin dengan meminimalisir penggunaan sambungan siku atau elbow 90 derajat yang berlebihan.
Setiap belokan tajam pada pipa akan menyebabkan terjadinya penurunan tekanan air akibat guncangan dalam saluran pipa.
Jika memang perlu belokan, gunakanlah sambungan dengan sudut 45 derajat yang lebih landai agar laju air tetap lancar.
5. Melakukan Pembersihan Filter dan Tandon Secara Rutin
Pastikan saringan pada ujung keran atau shower selalu bersih dari endapan pasir, lumut, maupun kerak kapur.
Penumpukan kotoran pada titik keluar air sering kali menjadi penyebab utama tekanan airnya terasa lemah meskipun sistem pipa sudah benar.
Oleh karena itu, bersihkanlah bagian dalam tandon secara berkala agar tidak ada kotoran yang masuk dan menyumbat saluran instalasi pipa.
Dengan kondisi saluran yang bersih, penggunanya akan menikmati aliran airnya yang selalu deras serta sangat menyehatkan.
Kenapa Air dari Tandon Keluarnya Kecil?

Memahami faktor-faktor yang menghambat kelancaran penyaluran air merupakan langkah awal yang sangat penting dalam melakukan perbaikan sistem kebersihan.
Banyak penggunanya sering merasa frustrasi ketika mendapati aliran airnya yang sangat lemas padahal kondisi tandonnya sedang penuh.
Perlu memahami sebenarnya kenapa airnya dari tempat penampungan keluarnya kecil yaitu:
1. Posisi Ketinggian Tandon yang Kurang Memadai
Penyebab pertama adalah jarak antara dasar tempat penampungan dengan titik keran yang terlalu dekat, sehingga gaya gravitasi tidak bekerja secara optimal.
2. Ukuran Diameter Pipa yang Terlalu Sempit
Penggunaan pipa penyaluran dengan diameter yang terlalu kecil, misalnya hanya setengah inci dari outlet utama, akan mencekik laju aliran airnya.
Pipa sempit sendiri membatasi volume air yang bisa lewat dalam satu waktu sehingga air yang sampai ke keran terasa pelan.
3. Penumpukan Lumut dan Kerak di Dalam Pipa
Kondisi bagian dalam pipa yang kotor akibat tumbuhnya lumut atau endapan kalsium bisa mempersempit jalur aliran airnya secara perlahan.
Sehingga spora lumut masuk ke sistem perpipaan dan menyumbat, membuat tekanannya menurun drastis.
4. Terlalu Banyak Sambungan Siku
Pemasangan pipa yang memiliki terlalu banyak belokan tajam akan menciptakan hambatan sangat besar bagi laju airnya.
Setiap kali air menabrak dinding sambungan siku, kecepatannya akan berkurang sehingga tekanan pada ujung keran menjadi tidak maksimal.
5. Masalah Udara yang Terjebak
Adanya gelembung udara yang terperangkap dalam jalur perpipaan bisa menghalangi aliran airnya secara total maupun sebagian.
Masalah ini biasanya terjadi jika sistem instalasi tidak lengkap dengan pipa ventilasi atau udara yang cukup pada titik tertinggi harian.
6. Saringan (Aerator) Keran yang Tersumbat
Butiran pasir kecil atau serpihan kerak sering kali tersangkut pada saringan halus yang berada pada ujung keran atau kepala shower.
Sumbatan pada titik akhir ini akan langsung mematikan tekanan air meskipun sistem perpipaan dari tandon sudah sangat benar.
7. Katup atau Ball Valve yang Tidak Terbuka Penuh
Terkadang masalah air kecil penyebabnya oleh hal sederhana seperti katup utama pada bawah tempat penampungan yang tidak terbuka secara sempurna.
Katup yang macet atau rusak bisa menyebabkan celah air menjadi sangat sempit sehingga terbatas.
Rekomendasi Tandon Air Prime

Untuk pilihan tempat penampungannya, bisa menggunakan tandon merk Prime sebagai pilihan baik bagi rumah atau bangunan.
Tempat penampungan merk Prime sendiri bahan bakunya dari HDPE murni berkualitas tinggi. Hal inilah yang menjadikannya mampu menyimpan air dengan aman walaupun menghadapi berbagai cuaca ekstrem.
Pada tandon merk Prime sendiri punya dinding yang kuat dan tebal. Sehingga air yang tersimpan tetap aman tanpa mengalami kebocoran.
Tempat penampungan merk Prime juga sudah anti lumut dan anti virus. Bahkan, harga dari tandon merk Prime ini terjangkau dan ramah di kantong.



